Rokok Ilegal Merajalela, Negara Rugi Masyarakat juga Rugi
Di publish pada 17-09-2024 14:29:28
Cirebon – Peredaran rokok ilegal semakin mengkhawatirkan dan berdampak besar bagi perekonomian. Berdasarkan data dari Bea Cukai Cirebon hingga Juli 2024, tercatat mencapai 11 juta batang rokok ilegal telah berhasil ditindak. Guna menekan peredaran rokok ilegal ini, Bea Cukai Cirebon bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Dalam upaya penanggulangan, berbagai sosialisasi tentang bahaya rokok ilegal digelar. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi, seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Sekretariat Daerah. Masyarakat diedukasi tentang dampak negatif rokok ilegal, baik terhadap kesehatan maupun kerugian ekonomi.
Selain sosialisasi, Bea Cukai Cirebon juga memberikan bimbingan teknis terkait cukai dan cara mengidentifikasi rokok ilegal kepada unsur pemerintah yang berperan dalam penegakan ketentuan cukai dan kepada para pedagang. Langkah ini bertujuan agar pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal bisa dilakukan lebih efektif dan agar para pedagang lebih waspada terhadap peredaran rokok ilegal yang bisa merugikannya.
Dalam mendukung industri tembakau yang legal, Bea Cukai Cirebon turut memberikan bimbingan kepada petani tembakau. Mereka diberi pemahaman tentang manfaat cukai, terutama tentang Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana ini dapat digunakan untuk kesejahteraan petani dan pekerja di pabrik rokok melalui pelatihan kerja.
Seluruh kegiatan sosialisasi dan penegakan hukum terkait rokok ilegal ini didanai oleh DBHCHT. Bea Cukai Cirebon senantiasa memastikan bahwa penggunaan dana ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Isikan nama, email dan komentar Anda
Berita Terakhir
Berita Terkait
Highlight Kantor Kami
Apa yang kami miliki
Berikut ini daftar Sistem Aplikasi yang kami sediakan untuk layanan yang dapat diakses